Jumat, 21 Maret 2014

TUHAN, KENAPA KAU JATUHKAN AKU DIHATINYA.




Tuhan, Kenapa Kau Jatuhkan Aku Dihatinya

Awalnya aku tidak tahu, perkenalan ini membawa ku pada suatu keadaan ‘dilema’. Aku mengenalnya lewat jejaring social facebook. Sosoknya yang kharismatik, cool dan macho membuatku ingin ‘mengintip’nya jauh lebih dalam.

Ketika ia menyapaku dan mengajakku untuk berbagi ccerita, hatiku bahagia!. dari mulai tempat tinggal, agama,  makan favorit, hobby bahkan hal-hal kecilpun kita berbagi.

Dalam hitungan hari aku merasa ada yang aneh. Ada sebuah perasaan geli yang melanda ‘kota hatiku’. Ini cinta!.

Gayung pun bersambut. Perasaan cinta terpendamku pun terbalas. Ia mempunyai perasaan sama kepadaku. Kitapun menjalin long distance relationship. Tapi hubungan itu hanya bertahan selama 1 bulan sebelum akhirnya akuu sadar bahwa hubungan ini  ‘terlarang’.

Kita pun mengakhiri hubungan ini atas keputusan bersama.

“aku akan mendelate semua media yang menghubungkanku denganmu…”  kataku.
“kau harus tahu, aku mencintaimu!” dia meyakinkan aku
“kau pun tahu benar bagaimana tulusnya perasaanku.keluarga kita tidak akan pernah merestui cinta ini… ”
“kadang kala cinta yang begitu manis akan menyakiti hati kita ” katanya lagi.

Waktu itu, bantal dikamarku basah seperti hujan yang mengguyur hari itu. Tuhan, kenapa aku mencintai orang yang tidak tepat? Kenapa setelah aku mampu jatuh cinta Kau jatuhkan aku pada hati yang salah?.

Dalam percakapan terakhir itu:
“send me your last picture..” katanya
“no. I can’t!”
“why?”
“myeyes not nice now..”
“please send me for the last time! I want see you.   

Aku pun mengiriminya foto terakhir. Didalam fotoku itu, wajahku basah oleh air mata. Ia memintaku untuk tersenyum dan menganggap perkenalan ini tidak pernah terjadi.

Malam itu juga ku hapus facebook, yahoo messager, viber dan skyep. Perkenalanku dengan seorang pemuda melalui dunia maya berakhir menyedihkan. Bagiku dia hanyalah pemuda dalam impian yang selamanya tak akan menjadi nyata.

Aku jadi ingat tat kala aku masih kecil, ingin mencintai seorang pangeran berkuda putih seperti dalam dongeng Cinderella.

Ketika bumi mencintai langit, ia tak akan bersatu.

Note : aku yakin keputusan ini adalah yang tepat. Perbedaan antara aku dan dia begitu jelas dan tampak. Jarak, budaya dan bahasa merupakan benteng kokoh perkasa, yang tidak mungkin ku robohkan. Hanya tangan  gusti Allah yang pada akhirnya menentukan, siapa jodohku?.

2 komentar:

  1. sy masih menjalani kisah ini :'( sy tdk tahu bagaimana kedepannya, sdh sy coba untuk melupakannya tapi tak mampu...

    BalasHapus