Sabtu, 08 Maret 2014

PRINSIP POKOK ASUHAN KEHAMILAN DAN SEJARAH ASUHAN KEHAMILAN


C. Prinsip Pokok Asuhan Kehamilan

Ada 5 prinsip-prinsip utama Askeb, antara lain :
1.      Kelahiran adalah proses yang normal
Kehamilan dan kelahiran biasanya merupakan proses normal, alami dan sehat. Sebagai bidan kita membantu melindungi proses tersebut.
2.      Pemberdayaan
Ibu dan keluarga mempunyai kebijaksanaan dan sering kali tahu kapan mereka melahirkan. Keyakinan dan kemampuan ibu untuk melahirkan dan merawat bayi bisa ditingkatkan atau dihilangkan oleh orang yang  memberikan asuhan pada dan dimana ia melahirkan, jika ita bersikap negative atau kritis, hal ini akan mempengaruhi si ibu. Juga dapat mempengaruhi lamanya persalinan.
3.      Otonomi
Ibu dan keluarga memerlukan informasi sehingga mereka membuat suatu keputusan. Kita harus tahu dan  menjelaskan yang akurat tentang resiko dan keuntukngan prosedur, obat-obatan dan tes. Kita juga harus membantu ibu dalam membuat suatu pilihan yang terbaik untuk dirinya.
4.       Jangan membahayakan
Intervensi haruslah tidak dilaksanakan secara rutin kecuali terdapat indikasi-indikasi spesifik. Pengobatan pada kehamilan, kelahiran atau periode pasca persalinan dengan tes-tes “rutin” obat atau prosedur dapat membahayakan bagi ibu dan bayinya.
5.      Tanggungjawab
Setiap penolong persalinan harus bertanggungjawab terhadap kualitas asuhan yang ia berikan. Praktek asuhan maternitas harus dilakukan berdasarkan kebutuhan ibu dan bayinya, bukan atas kebutuhan penolong persalinan. Asuhan berkualitas tinggi berfokus pada klien dan saying ibu berdasarkan bukti ilmiah sekarang ini adalah tanggungjawab semua bidan.
 

  

D. Sejarah Asuhan Kehamilan

1807 : dimasa pemerintahan Gubernur Jendral Hendrik William Deandles   , para dukun dilatih untuk melakukan persalinan.
1849 : dibuka pendidikan dokter di jawa Batavia
1851 : dibuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi oleh dr. W Bosh
1952 : diadakan pelatihan bidan formalmagar dapat meningkatkan kualitas pertolongan persalinan
1953 : dilaksanakan kursus tambahan bidan (KTB). Seiring dengan pelatihan tersebut maka didirikan pula  badan kesehatan ibu dan anak (BKIA)
1957 : terbentuklah suatu pelayanan yang terintegrasi yaitu PUSKESMAS

Mulai tahun 1990  pelayanan kebidanan diberikan secara merata dan dekat dengan masyarakat. Sesuai dengan kebutuhan masyarakkat kebijakan ini merupakan instruksi presiden yang disampaikan secara lisan pada siding cabinet pada tahun 1992. Kebijakan ini mengandung  perlunya mendidik  bidan yang ditempatkan didesa. Tugas pokok bidan didesa adalah sebagai pelaksana kesehatan KIA, khususnya pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, dan nifas, serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir, termasuk pembinaan dukun bayi. Sehubungan dengan itu bidan desa  juga menjadi pelaksana pelayanan kesehatn bayi dan keluarga berencana. Sedangkan bidan yang bekerja dirumah sakit berorientasi pada individu. Tugas bidan dirumah sakit mencakup pelayanan di poliklinik antenatal, poliklinik keluarga berencana, ruang perinatal, kamar bersalin, kamar operasi kebidanan, dan ruang nifas.

Titik tolak konferensi kependudukan dunia dikairo tahun 1994 yang menekankan pada kesehatan reproduksi memperluas garapan pelayanan bidan area tersebut meliputi :
1.      Save motherhood
2.      KB
3.      Penyakit menular seksual
4.      Kesehatan reproduksi remaja
5.      Kesehatan reproduksi orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar