Minggu, 07 Agustus 2016

SOAL BIMBEL PERSIAPAN UJIKOM (PERSALINAN)



1.      Seorang wanita berumur 27 tahun  umur kehamilan 42 minggu 2 jam lalu di rumah sakit , BB bayi 3700 gram, PB 42 cm. tidak terdapat robekan, proses persalinan tidak ada komplikasi.
Apa bentu persalinan pada kasus tersebut?
a.        Persalinan  buatan
b.      Persalinan anjuran  
c.       Persalinan  spontan
d.      Persalinan  serotinus
e.       Persalinan  premature
2.      Seorang wanita berumur 23 tahun G1P0A0  umur kehamilan 39 minggu, hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal PD : V/V tidak ada kelainan, portio tidak teraba, pembukaan 10 cm ketuban utuh.
Apa penatalaksanaan pada kasus tersebut?
a.       Memeriksa DJJ
b.      Memerriksa Leopold
c.       Melakukan amniotomi
d.      Menganjurkan ibu mobilisasi
e.       Menganjurkan ibu untuk makan dan minum disela his
3.      Seorang wanita berumur 27 tahun hamil anak pertama dating ke BPM, merasakan mules mules sejak 3 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal, PD: pembukaan 4 cm, ketuban positif, kepala Hodge II, UUK kiri depan, DJJ 143 x/menit, his 4x/10 menit, suhu 370 C
Kapan bidan melakukan PD kembali?
a.       Bila ada indikasi
b.      3 jam kemudian
c.       Bila kepala crowning
d.      Bila ada dorongan meneran
e.       4 jam kemudian atau bila ada indikasi
4.      Seorang perempuan P3A0 telah melahirkan bayi 5 mnit yang lalu dipuskesmas, kemudian bidan  melakukan penegangan tali pusat  terkendali dorso cranial. Hasil pemeriksaan :  terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta, 10 menit kemudian plasenta lahir spontan, selaput ketuban robek.
Apa tindakan yang tepat dilakukan bidan?
a.       Induksi
b.      Hacting
c.       Massase
d.      Anastesi
e.       Eksplorasi
5.      Seorang ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu  dating ke bidan dengan keluhan  keluar air-air dari jalan lahir sejak 12 jam lalu. Dalam 6 jam terakhir ibu merasa mules semakin sering, hasil pemeriksaan kontraksi uterus 2 x dalam 10 menit lamanya 30’, hasil test lakmus (+).
Apa yang akan dilakukan terhadap ibu tersebut?
a.       Siapkan operasi
b.      Induksi persalinan
c.       Observasi 6 jam lagi
d.      Konsuultasi dengan SPOG
e.       Rawat dengan posisi trendelenburg
6.      Seorang perempuan berumur 28 tahun, dating ke BPM dengan keluhan mules, keluar lendir campur darah, cairan warna jernih. Hasil pemeriksaan KU baik, TTV normal, his 3 x10’ selama 45’’, DJJ 144x/ menit, pembukaan 8 cm, ketuban (-), teraba tali pusat.
Apa diagnose pada kasus tersebut?
a.       Inpartu kala I dengan KPD
b.      Inpartu kala I dengan fisiologis
c.       Inpartu kala I dengan tali pusat terkemuka
d.      Inpartu kala I dengan fase aktif memajang
e.       Inpartu kala I dengan tali pusat menumbung
7.      Seorang perempuan berumur 25 tahun umur kehamilan 38 minggu, datang ke BPM dengan keluhan mules-mules yang semakin sering, hasil pemeriksaan : KU baik, TD: 110/70 mmHg, nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, hasil VT : portio tipis lunak,  pembukaan serviks 8 cm, selaput ketuban masih utuh, press kepala, penurunan di H-III.
Apa diagnose kasus diatas?
a.       Inpartu kala I fase laten
b.      Inpartu kala I fase aktif
c.       Inpartu kala I fase aktif akselerasi
d.      Inpartu kala I fase aktif deselerasi
e.       Inpartu kala I fase aktif dilatasi maksimal
8.      Seorang perempuan berumur 27 tahun G2P1A0 datang ke RS atas rujukan bidan, mengeluh merasa khawatir dengan kondisinya karena UK 43 minggu belum ada tanda-tanda persalinan. Hasil pemeriksaan : TTV dan pemeriksaan fisik dalam batas normal, TFU 41 cm, pres kepala, PD: pembukaan 8 cm. DJJ 145x/menit.
Apa diagnose pada kasus tersebut?
a.       G2P1A0 UK 43 minggu parturient posterm potensial laserasi
b.      G2P1A0 UK 43 minggu parturient posterm potensial bayi besar
c.       G2P1A0 UK 43 minggu parturient posterm potensial perdarahan
d.      G2P1A0 UK 43 minggu parturient posterm potensial distosia bahu
e.       G2P1A0 UK 43 minggu parturient posterm potensial pre eklamsia
9.      Seorang perempuan berumur 20 tahun uumur kehamilan 39 minggu, datang ke BPM dengan keluhan mules-mules yang semakin sering, hasil pemeriksaan : KU baik, TD: 100/70 mmHg, nadi 80x/menit, respirasi 24x/menit, TFU 30 cm, kepala sudah masuk 2/5, hasil VT :, pembukaan  8 cm, selaput ketuban masih utuh
Dimanakah perkiraan penurunan kepala janin sesuai dengan kasus diatas?
a.       Hodge  I
b.      Hodge  II
c.       Hodge III
d.      Hodge IV
e.       Hodge V
10.  Seorang perempuan berumur 21 tahun  telah melahirkan seorang anak pertama di BPM dengan persalinan spontan. Setelah plasenta lahir, bidan melakukan masase  fundus uteri selama 15 detik, uterus tidak berkontraksi.
Apa diagnose pada kasus diatas?
a.       Atonia uteri
b.      Sisa plasenyta
c.       Robekan portio
d.      Laserasi perineum
e.       Kelainan pembekuan darah
11.  Seorang perempuan berumur 21 tahun  telah melahirkan seorang anak pertama di BPM dengan persalinan spontan. Setelah plasenta lahir, bidan melakukan masase  fundus uteri selama 15 detik, uterus tidak berkontraksi.
Apa penatalaksanaan pada asus diatas?
a.       Merujuk ke RS
b.      Manual plasenta
c.       Pemberian oksitosin kedua
d.      KBI
e.       KBE
12.  Seorang perempuan P3A0 bersalin di BPM, bayi lahir sejak 30 menit yang lalu namun plasenta belum lahir,  terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta, TFU 1 jari dibawah pusat, ada kontraksi.
Apa tindakan yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut?
a.       Merujuk ke RS
b.      Manual plasenta
c.       Pemberian oksitosin kedua
d.      KBI
e.       KBE
13.   Seorang perempuan P3A0 bersalin di BPM, bayi lahir sejak 30 menit yang lalu namun plasenta belum lahir, sudah diberikan suntikan oksitosin yang kedua, terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta, TFU sepusat, ada kontraksi.
Apa penatalaaksanaan padaa kasus tersebut?
a.       Merujuk ke RS
b.      Manual plasenta
c.       Pemberian oksitosin kedua
d.      KBI
e.       KBE
14.  Seorang perempuan P3A0 bersalin di BPM, bayi lahir sejak 30 menit yang lalu namun plasenta belum lahir, sudah diberikan suntikan oksitosin yang kedua, terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta, TFU sepusat, ada kontraksi.
Apa tindakan yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut?
a.       Merujuk ke RS
b.      Manual plasenta
c.       Pemberian oksitosin kedua
d.      KBI
e.       KBE
15.  Seorang perempuan umur 23 tahun G1P0A0, dating ke BPM dengan keluhan mules, keluar lendir bercampur darah, cairaan warna jernih. Hasil pemeriksaan KU baik, TTV normal, His 3x10’ selama 45’’, DJJ 144x/menit, pembukaan 8 cm, ketuban (+), teraba tali pusat
Apa diagnose pada kasus tersebut?
a.       Inpartu kala I dengan KPD
b.      Inpartu kala I dengan fisiologis
c.       Inpartu kala I dengan tali pusat terkemuka
d.      Inpartu kala I dengan fase aktif memajang
e.       Inpartu kala I dengan tali pusat menumbung
16.  Seorang bidan membimbing teknik meneran pada klien yang akan bersalin di PONED, 15 menit kemudian bayi lahir spontan, segera menangis, warna kulit kemerahan, gerakan aktif JK perempuan
Apa tindakan yang tepat yang dilakukan bidan setelah bayi lahir?
a.       Mengecek robekan
b.      Massase fundus uteri
c.       Menyuntikan oksitosin
d.      Mengeringkan tubuh bayi
e.       Memastikan janin tunggal.
17.   Seorang perrempuan P3A0 bersalin diBPM, bayi lahir sejak 45 menit yang lalu, plasenta lahir lengkap, terdapat robekan pada mukosa vagina, kulit perineum, otot perineum dan spingter ani.
Luka laserasi derajat berapa pada kasus tersebut?
a.       Derajat  I
b.      Derajat II
c.       Derajat  III
d.      Derajat  IV
e.       Derajat  V
18.  Seorang perrempuan P3A0 bersalin diBPM, bayi lahir sejak 45 menit yang lalu, plasenta lahir lengkap, terdapat robekan pada mukosa vagina, kulit perineum, otot perineum dan spingter ani.
Apa penatalaaksanaan padaa kasus tersebut?
a.       Rujuk
b.      Penjahitan
c.       Menggunakan tampon
d.      Dijepit dengan klem ovum
e.       Penjahitan dengan anestesi lidocain
19.  Seorang perempuan berumur 21 tahun melahirkan anak di BPM degan persalinan spontan. Plasenta lahir lengkap, kontraksi uterus baik, tidak terdapat laserasi, perdarahan  mengalir warna merah segar.
Apa diagnose pada kasus diatas?
a.       Atonia uteri
b.      Sisa plasenta
c.       Robekan portio
d.      Laserasi perineum
e.       Kelainan pembekuan darah
20.  Seorang perempuan berumur 21 tahun melahirkan anak di BPM degan persalinan spontan. Plasenta lahir lengkap, kontraksi uterus baik, tidak terdapat laserasi, perdarahan  mengalir warna merah segar.
Apa penatalaksanaan pada kasus tersebut?
a.       Rujuk
b.      KBI/KBE
c.       Manual plasenta
d.      Tranfusi darah
e.       Penjahitan perineum






Tidak ada komentar:

Posting Komentar