Senin, 28 April 2014

OBSTETRI KEGAWATDARURATAN GYNEKOLOGY



1.      Evaluasi kegawatdaruratan Ginekologi
Identifikasi : bilamana dibutuhkan perawatan gawat darurat, maka informasi penting harus didapat dengan cepat. Masalah harus dinilai secara tepat untuk merumuskan rencana tindakan segera. Apabila seoranng wanita tiba di ruang gawat darurat kolaps pada syok dengan perdarahaan intrabdominal atau per vaginam yang jelas, maka tindakan resusitasi  harus diberikan pada saat yang sama dengan menganamnesis dan persiapan dilakukan untuk operasi darurat.
2.      Diagnosis Kehamilan
Pertimbangan umum : sering diagnosis kehamilan jelas dan pasien sendiri  sadar sedang hamil, bahkan sebelum ia berkonsultasi dengan seorang dokter. Pada saat lain, diagnosisnya mendua dan sulit, sehingga membutuhkan interprestasi tercermat tentang gejala subyektif, tanda objektif dan tes laboratorium.
3.      Evaluasi Darurat Pasien Obstetri
Pertimbangan Umum : masalah kedaruratan selama kehamilan dapat dikarenakan oleh komplikasi kehamilan spesifik atau penyakit medis atau bedah yang timbul secara bersamaan. Fakta bahwa dua kehidupan terlibat harus selalu dipertimbangkan dalam merumuskan diagnosis dan rencana terapi
Definisi :
Gravida : seorang wanita hamil
Primigravida : orang yang hamil pertama kali
Nuligravida : orang yang belum perrnah hamil
Multigravida : orang yang pernah hamil beberapa kali
Graviditas : kehamilan
Para : jumlah kehamilan yang ttelah berlanjut ke viabilitas
Primipara : seorang wanita yang telah melahirkan bayi viable, tanpa memperhatikan apakah anaknya hidup waktu dilahirkan dan tanpa memperhatikan kelahiran tunggal atau multiple
Nulipara : seorang wanita yang belum perrnah melahirkan bayi yang viable
Multipara : seorang wanita telah melahirkan 2 kali atau lebih.
4.      Terapi Obat Selama Kehamilan dan Laktasi
Obat-obatan dengan kelarutan lipid yang tinggi atau terberat  molekul kurang dari 1000 dapat melintasi plasenta  dengan mudah atau  berdifusi ke dalam air susu. Akibatnya janin dan bayi baru lahir dapat dipapar ke berbagai tingkat pengobatan ibu.
Masa paling kritis pemaparan obat ke janin terjadi selama trimester pertama sewaktu obat  bisa bertanggung jawab  bagi anomaly konginetal  dan sebelum persalinan, ketika obat dapat menyebabkan depresi pernafasan atau toksisitas janin karena imaturitas system enzim janin.
Terapi antibiotic : infeksi bakteri selama kehamilan sering mengancam kehidupan  dan terapi obat  antimikroba penting. Bila seorang menseleksi  antibiotika yang tepat maka harus dipertimbangkan  kemungkinan toksisitas untuk pasien hamil maupun bahaya khusus pada janin yang dapat diciptakan oleh lintasan plasenta.
5.      Nyeri Abdomen
Tiga Sumber utama nyeri abdomen :
-    Ketegangan : distensi viskus berongga= usus, ureter, uterus, tuba falopi menyebabkan nyeri melalui perregangan dinding otot atau lebih kontraksi otot. Nyeri juga diproduksi oleh traksi pada mesenterium dan peregangan akut kapsul organ padat seperti hati, lmpa, ginjal dan ovarium.
-    Iritasi peritoneum : bila peradangan viskus berdekatan merangsang peritoneum perietale yang sensitive, maka nyeri ccenderung  berbatas jelas dn terlokalisasi.
-     Iskemia otot somatic, jantung atau visera.
6.      Abortus
Definisi :
Abortus : kehamilan yang berakhir sebelum periode viabilitas janin, yaitu yang berakhir sebelum berat janin 500 gram. Bila berat janin tidak dikethui, maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 mgg.
Abortus kompletus : keluarnya hasil konsepsi sebelum janin berumur 20 mgg.
Abortus habitualis : terjadinya 3 atau lebih abortus spontan berturut-turut.
Abortus inkompletus : keluarnya sebagian,  tetapi tiak seluruh hasil konsepsi  sebelum umur kehamilan lengkap 20 mgg.
Abortus diinduksi : penghentian kehamilan sengaja dengan cara  apa saja sebelum usia kehamila 20 mgg.
Abortus insipient : keadaan perdarahan dari intrauteri yang terjadi  dengan dilatasi servik continue dan progresif, tetapi tanpa pengeluaran hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 mgg.
Abortus terinfeksi : abortus yang disertai infeksi organ genital.
Missed abortion : abortus yang janinnya meninggal dalam uterus sebelum umur kehamilan 20 mgg, tetapi hhasil konsepsi tertahan ddalam uterus selama 8 mgg atau lebih.
Abortus septic : abortus yang terinfeksi dengan penyebaran mikroorhganisme dan produknya kedalam sirkulasi sistemik ibu.
Abortus spontan : pengeluaran hasil konsepsi tak disengaja sebelum umur kehamilan lengkap 20 mgg karena indikasi yang diakui secara medis dan dapat diterima secara hukum.
Abortus iminiens : keadaan dimana perdarahan berasal dari intra uteri yang timbul sblum umur kehamilan 20 mgg, dengan atau tanpa kolik uterus, tanpa pengeluaran hasil konsepsi atau ttanpa dilatasi serviks.
7.      Adenomiosis
Definisi : kelainan uterus jinak yang ditandai oleh adanya focus ektopik kelenjar dan stroma endometrium didalam miometrium. Keadaan ini dapat menerangkan dismenore sekunder progresif yang terlihat pada wanita yang mengalami perdarahan haid yang hebat menyertai ketidaknyerian pelvis generalisata selama akhir tiga puluhan dan empatpuluhannya.
8.      Torsi adneksa
Pertimbangan umum : meskipun jarang, torsi (putaran) tuba falopi atau tuba dan ovarium dapat terjadi pada setiap umur – sebelum usia pubertas, selama pasca ovulasi siklus haid, selama kehamilan, atau seteelah menopause. Makin hebat torsi, maka lebih mungkin timbul jaringan nekrosis. Akibatnya gambaran klinik ditentukan oleh luas pengaruh penyediaan darah adneksa. Pembedahan abdomen yang dini dapat memungkinkan pemeliharaan adneksa yang bila tidak akan menjadi gangrene.
9.      Anemia selama kehamilan
Pertimbangan umum :  suatu keadaan dimana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentrasi hemoglobin menurun. Sebagai akibatnya, ada  penurunan transportasi oksigen  dari paru ke jaringan perifer. Selama kehamilan, anemia lazim terjadi dan biasanya disebabkan oleh defisiensi besi, sekundder terhadap kehilangan darah sebelumnya  atau masukan besi yang tidak ade kuat.
Meskipun anemia sendiri jarang menciptakan krisis  kedaruratan akut selama kehamilan, namun pada hakikatnya  setiap masalah kedaruratan dapat  diperberat oleh anemia yang telah ada.

 
10. Apendisitas selama kehamilan
Pertimbangan umum : meskipun apendisitas merupakan salah satu gangguaan bedah abdomen paling serius yang mengkomplikasi kehamilan, naamun insiden apendisitas tidak dipengaruhi oleh kehamilan, berkisar dari 1 dalam 1.000 sampai 1 sampai 3.000 pasien hamil.tetapi resiko meningkat karena gejala daan tanda apendisitas cenderung ditutupi oleh kehamilan. Selanjutnya, jika apendiks akan perforasi selama kehamilan lanjut, maka uterus yang membesar akan menyulitkan omentum untuk membatasi infeksi intraperitonium.
11. Asma Selama Kehamilan
Pertimbangan umum : Asma dapat didefinisikan sebagi dispne paroksismal yang disertai oleh  bunyi tambanhan yang disebabkan oleh spasme pipa bronkus/ pembengkakan  mukosa bronkus. Ditandai oleh bronkokonstriksi reversible, seranggan asma dapat dicetuskan  oleh allergen, infeksi saluraan pernafasan, polutan lingkungan atau factor psikogen. Obstruksi jalan pernafasan akibat spasme bronkus, edema mukosa dan peningkatan reaktif dalam sekresi bronkus.
Data subyektif :
Dispne paroksismal merupakan gejala paling khas . biasaanya suatu serangan  asma dimulai dengan sensasi kesesakan dada yang diikuti oleh  batuk dan bising mengi. Demam menggambarkan infeksi saluran pernafasan. Biasanya pasien sadar akan diagnosisnya, karena telah menngalami beberapa serangan sebelumnya.
Data objektif :
Pemeriksaan dada menunjukan ronki dan bising mengi difus inspirasi dan ekspirasi. Ekspirasi memanjang. Pada status asmatikus, pernafaasan sangat sulit dan bising mengi dapat didengar tanpa stetoskop.
12. Abses Bartholin
Definisi : suatu kista duktus bartholin terinfeksi yang diisebabkan oleh infeksi gonokokus, basil kaliformis atau organism lainnya.
Data subjektif :
Nyeri perineum dapat begitu hhebat, sehingga pasien tidak mampu dudduk atau berjalan nyaman. Pembengkakan akut yang nyeri tterlihat padaa tepi lateral bawah orifisium vagin. Iritasi vulva sering menyertai.
Data objektif :            
Pemeriksaan vulva : terdapat massa berfluktuasi, berrbatas tegas, sfiris, lunak, sangat nyeri tekan yyang terletak lateral dan dekat posterior prenulum labiorum pudenda, yng dikelilingi oeh jaaringan merah dan nyeri ttekan jelas. Labia majora sering edematosa.
13. pembengkakan payudara postpartum
Definisi : suatu keadaan peradangan sementara yang menggambarkan vena dan limfe payudaraa vena dan limfe payudaraa yang berlebihan mendahului laktasi.
14. infeksi payudara
            Definisi :
Mastitis akuta yaitu peradangan akut payudara, biasanya menyertai retakan atau fisura putting susu yang tterjadi selama periode laktasi.
            Abses payudaraa yaitu gejala sisa lanjut dan bisanya supuratif dari mastitis akut.
Abses subraeola daan pembentukan fistula yaitu infeksi menahun yang tidak berhubungan dengan kehamilaan yang dapaat timbul paadaa wanitaa muda.
15. Massa Payudara
Massa payudara daapaat disebabkan oleh infeksi, kista jinak, tumor jinak atau tumor ganas.
16. Presentasi bokong
            Definisi:Presentasi bokong kaki sempurna (complete breach): bokong turun terlebih dahulu. 

Tungkai fleksi pada abdomen janin dan kaki sepanjaang bokong kaki.
Presentasi bokong (footing breach): tungkai terletak ekstensi sepanjang badaan janin, sehingga bokong turun terlebih dahulu.
Presentasi bokong kaki tak sempurna (incomplete breach): presentasi bokong dengan satu tau dua kaki ataau lutut prolaps ke dalam vaaginaa
17. Gagal Jantung Selama Kehamilan
Perubahan kardiovaskuler selama kehamilan—peningkatan curah jantung, volume darah dan konsumsi oksigen, dapat menyokong gagal jantung, bila seorang pasien hamil menderita penyakit jantung. Dulu, penyakit jantung reumatik, terutama stenosis mitralis, bertanggung jawab bagi sebagian besar kasus penyakit jantung selama kehamilan. Pada tahun-taahun belakangan ini, komplikasi jantung demam reumatik telah menjadi kurang sering, sementara lebih banyak wanita penyakit jantung congenital mungkin menjadi hamil.
Curah jantung meningkat dini dalam kehamilan, dan peningkatan bermakna lebih dibuktikan pada umur kehamilan 12 minggu. Curah jantung lebih meningkat sampai 28-32 minggu dan kemudian dipertahankan pada tingkat yang relative tinggi sampai cukup bulan.
Denyut jantung meningkat perlahan-lahan dan progresif sepanjang kehamilan, yang mencapai puncaknya sekitar 15 denyutan per menit di atas tingkat tidak hamil pada cukup bulan. Dengan aktifitas fisik, curah jantung cenderung meningkat  lebih besar pada pasien hamil daripada pasien tidak hamil.
Selama persalinan kala I, curah jantung ibu meningkat moderat; selama persalinan kala II, usaha ekspulsif yang akan disertai  dengan curah jantung yang lebih besar.
Volume darah meningkat jelas selama kehamilan. Meskipun peningkatan dimulai selama trimester I, namun volume darah  ibu berkembang paling cepat selama trimester II, kemudian meningkat jjauh lebih lambat selaama trimester III. Peningkatan volume darah selama kehamilan normal  bervariasi besar (20-1000 % di atas nilai prahamil) dan dipengaruhi oleh  berat badan ibu, berat hasil konsepsi dan gizi ibu.
Karena air tubuh total meningkat selama kehamilan, maka edema lazim menyertai kehamilan normal. Edema kehamilan yang normal tidak boleh dikacaaukan  dengan penimbunan cairan sekunder terhadap penyakit ginjal atau jantung.
Konsumsi oksigen mulai meningkat selama bulaan ke dua kehamilan dan mencapai nilai 10-20% di atas normal pada cukup bulan.
28. Penyakit Serebrovaskuler Selama Kehamilan.
Penyakit Serebrosvaskuler; perdarahan subaraknoid, perdarahan intraserebral atau sumbatan pembuluh darah serebral—tidak bisa terjadi tetapi merupakan komplikasi kehamilan yang berat. Mortalitas ibu berkisar dari 30 sampai 45%. Sumber perdarahan subaraknoid biasanya  suatu anomaly arteriovenosa atau suatu aneurisma. Yang pertama dapat berdarah pada saat selama kehamilan, sementara aneurisma lebih mungkin berdarah selama pertengahan kedua kehamilan. Secara umum, hubungan antara kehamilan daan perdarahan intracranial mungkin kebetulan saja, meskipun hipertensi dapat mencetuskan rupture anomaali vaaskular yang ada sebelumnya. Persalinan tampaknya tidak meningkatkan kemungkinan penyakit vascular. Penyakit sumbatan serebral—baik arteri atau vena—bahkan lebih jarang daripada perdarahan.
19. Inkompetensi Serviks
Definisi : suatu istilah yang digunakan untuk keadaan yang obstetric  yang ditandai oleh dilatasi serviks tidak nyeri, tanpa darah selama trimester kedua kehamilan. Serviks tampak tidak dapat mempertahankan hasil konsepsi karena cedera atau cacat dari berbagai sumber. Meskipun tidaak ada aktivitas uterus dan perdarahan, serviks menjadi mendatar dan berdilatasi, dan selaput ketuban menonjol melaluinya. Selaput ketuban yang menonjol  mengalami rupture, dan kelahiran janin menjadi tindakan berlangsung cepat dan agak kurang nyeri.
20. Lesi-Lesi Serviks
Lesi-lesi servik yang bertanggungjawab terhadap gejala darurat dapat jinak atas ganas. Kelainan patologi serviks yang jinak meliputi polit dan lesi peradangan biasanya merupakan keganasan karsinoma.
21. Nyeri Dada dalam Kehamilan
Pertimbangan Umum : Nyeri dada akut merupakan gejala darurat yang relative tidak lazim selama kehamilan,  dapat akibat factor etiologi yang sama dengan yang diperkirakan  pada pasien tidak hamil.
22. Kolesistisis Selama Kehamilan
Serangan akut penyakit kandung empedu selama kehamilan jarang terjjadi , bahkan meskipun batu empedu telah ada atau terbentuk selama kehamilan.
23.Korioamnionitis
Pertimbangan Umum : korioamnionitis – infeksi selaput ketuban disebabkan oleh penyebaran orgaanisme vagina ke atas. Dua factor presdisposisi terpenting adalah pecahnya selaput ketuban lebih dari 24 jm dan persalinan lama. Bakteri yang paling mungkin bertanggungjawab meliputi Escherechia coli, streptokokus aerob dan anaerob, proteus, stapilokokus dan bakteroides. Bila selaput ketuban utuh, maka korionamniosis mungkin berkembang  darri iinfeksi asenden; dari penyebaran hematogen virus, bakteri, jamur, atau protozoa; atau sebagi akibat amnionsentosis diagnostic.
24. Aneurisma Sirsoid Uterus
Pertimbangan umum : Aneurisma Sirsoid Uterus dicirikan ooleh hubungan abnormal  majemuk anttara arteri  dan vena—aneurisma atau fistula arrteriovenosa majemuk dengan  pembentukan massa arteri dan vena yang berdilatasi. Aneurisma Sirsoid juga telah didefinisikan sebagai tumor berpulsasi yang disebabkan oleh suatu anastomosis antara arteri  dan vena kecil , tanpa interposisi kapiler.     
25. Koma pada Kehamilan
Pertimbangan umum : pasien hamil yang koma adalah suatu masalah kedarurataan yang sanngat kritis. Bila paska bbelasan tahun yang  diketahui sebelumnya sehat, mendadaak menjadi koma setelah  kejang selama pertengahan terakhir kehamilan, maka pikiran seorag ahli  kebidanan mula-mula diajukan pada eklamsia. Ttetapi penyebab nonobstetri juga hharus dipertimbangkan karena koma hanya merupakan suatu gejala yang menunjukan  kegagaalan metabolism serebral, dan bukan kesatuan penyakit yang spesifik.
            Menurut patofisiologi, ada 4 penyebab koma

.                     
  26. Konstipasi Berat selama Kehamilan
Pertimbangan Umum : konstipasi—keluhan umum selama kehamilan—dapat disebabkan oleh kebiasaan buaang air besaar yang tidak teratur, hipotoni otot polos generalisata, kompresi usus bagian bawah oleh uterus yang membesar atau karrena semuanya.
Factor-faktor presdisposisi : meliputi masukan cairan yang tidak adekuat, serrat diet yang tidak addekuat, ddan kebiasaan defekasi yang buruk. Jika pasien menunda defekasi dari saat pertama kali  iia merasa ingin buang air besar, maka fases akan keras dan tersangkut.
27. Kedaruratan Konstrasepsi
Pertimbangan Umum : masalah yang timbul sementara wanita menggunakan metode kontrasepsi bisa berhubungan dengan metode itu sendiri; akibat factor presdisposisi yang tidak berhubungan  atau kemunculn spontan yang bersamaan. Penelitian epidemologi prospektif dan retrospektif yang luas telah  dicoba untuk menjawab pertanyaan ini;  masalah mana yang  muncul kebetulan dan masalah mana yang disebabkan atau dieksaserbasi  oleh metode kontrasepsi? Walaupun banyak kesimpulan tetap konttroversial.
Pertimbangan umum; dua jenis kontrasepsi oral  telah tersedia. Jenis yang luas diressepkan  mengandung suatu kombinasi estrogen dan progestin dalam setiap tabletnya. Pil ini dimkan untuk 21 hhari  berturutan; tanpa tablet inert dimakan selama 7 hari berikutnya. Perdarahan withdrawal biasanya terjadi    selama interval bebas obat. Dengan menekan ovulasi  secara konsisten, pil kombinasi sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Jenis lain obat kontrasepsi oral adalah tablet yyang hanya mengandung progestin , yang dimakan setiap hari tanpa terputus. Keefektifannya kurang dari pil kombinasi.
Masalah potensial : kelainan tromboemboli, hipertensi, adenoma hati dengan perdarahan intraabdomen, penyakit vesika felea.
Alat Kontasepsi Dalam Rahim (AKDR,IUD)
Pertimbangan umum : AKDR merupakan metode kontrasepsi efektif dengan keunggulan khusus  bahwa sekali AKDR ditempatkan, tidak diperlukan motivasi lanjutan, usaha atau peralatan untuk kelanjutan kontrasepsi.
Masalah potensial : sinkope, perdarahan uterus, nyeri uterus, infeksi pelvis, perforasi uterus, kehamilan ektopik, benang yang hilang.
28. Serangan Kejang saat Kehamilan
Serangan kejang merupakan kedaruratan medik yang mengancam jiwa. Jika kejang timbul untuk pertama kali selama separuh kehamilan terakhir, maka kecurigaan pertama ahli kebidanan adalah eklamsia, terutama jika disertai hipertensi, proteinuria dn edema. Tetapi penyebab nonobstetri juga harus dipertimbangkan. Jika serangan kejang umum atau sisi-sisi mendadak berkembang pada pasien yang diketahui tidak menderita epilepsy, maka kemungkinan diagnosis keracunan obat, infeksi serta penyakit metabolic dan endokrin.
29. Sistisis
Sistisis—infeksi fasika urinaria—adalah salah satu masalah pada wanita hamil dan tidak hamil. Sumber biasanya bakteri kolon, yang mendiami introitus vagina dan kemudian naik melalui uretra kedalam vaasika urinaria.
Data Subjektif ; disuria, perasaan terbakar saat miksi, urgensi, frekuensi, ketidaknyamanan suprapubik, hematuria, atau pengeluaran urin yang keruh menjadi yang terbiasa diperhatikan demam mungkin tidak ada, kecuali disertai infeksi ginjal.
Factor-faktor presdiposisi : koitus, kateterisasi uretra, distensi vesika urinaria berlebihan, trauma dasar vesika urinaria selama persalinan dan kelahiran, higienis perineum yang buruk, sitokel, dan divertikal suburetral.
30. kedaruratan Diabetes Dalam Kehamilan
Pertimbangan Umum : diabetes meletus adalah salah satu komplikasi medis terlazim dari kehamilan. Hiperglikemia dengan atau tanpa ketoasidosis atau hipoglikemia dapat menciptakan maslaha kedaruratan  akut yang membutuhkan perhatian segera.
Selama kehamilan muda, nausea, vomitus dan deplesi glikogen hati dapat bergabung untuk presdiposisi kea rah ketoasidosis.
Setelah trimester pertama kebutuhan insulin meningkat dengan berkelanjutan kehamilan. Pada infeksi pemberat atau stress lainnya, maka asidosis diabetikum dapat berkembang cepat.
31. Dismenore
Disminore—nyeri dalam siklus haid adalah suatu gejala-gejala ginekologik yang paling sering. Bahkan meskipun wanita-wanita dengan disminore cenderung untuk mendapat nyeri haid rekirens secara periodic, beratnya episode secara individual dapat menyebabkan pasien mencari pengobatan darurat.
Disminore primer, dengan mulai timbulnya beberapa bulan sampai beberapa tahun setelah menarke, terjadi berhubungan dengan siklus ovulasi. Organ-organ pelvis adalah normal. Mekanisme haid nyeri belum jelas dan dapat bervariasi pada wanita yang  berbeda. Kemungkinannya meliputi haid yang retrogad, spasme uterus, dan iskema uteri.
32. Dispne Selama Kehamilan
            Pertimbangan umum
Dispne, atau nafas sesak, dapat didefinisikan sebagi suatu kesdaran yang tidak semestinya dari usaha  pernafasaan. Meskipun dispne selama latihan atau saat istirahat merupakan manifestasi dari baanyak bentuk penyakit paru dan kardiovaskular, nafas pendek adalah gejala subjektif yang dapat berasala dari psikologik.
Selama kehamilan banyak wanita yang  menjadi waspda akan pernafasan mereka untuk pertama kali dan kemungkinan menginterprestasikaan hiperventilasi “normal—dalam kehamilan  sebagai nafas pendek yang memberi kesan paru atau pennyakit jantung”
33. Kehamilan Ektopik
Definisi : Kehamilan Ektopik—gastasi diluar kavum uteri. Kehamilan ektopik merupakan istilah yang lebih luas daripada kehamilan ekstrauterin, kkarena istilah ini mencakup gastasi pada pars interstisialis tuba, kehamilaan kornu, dan kehamilan survikalis dan juga kehamilan abdomenial, kehamilan ovarian, dan kehamilan tuba   
34. Endometriosis
Pertimbangan Umum : Endometriosis—suatu masalah yang relatif biasa selama masa reproduktif dicirikan oleh adanya dan proliferasi jaringan endometrium pada berbagai tempat diluuar kavum endometrium. Meskipun ovarium, ligamentum sakrouterina, septum retrovaginal, dan peritoneum pelvis lebih sering terkena, endometriosis dapat juga mempengaruhi  traktus intestialis.
Endometrioma merupakan lesi klasik, yang biasanya ditemukan dalam ovarium, dibatasi oleh endometrium yang fungsional, dan berisi materil seperti sirop coklat tetapi berkomposisi darah dan pigmen-pigmen darah. Sebagai tambahan terhadap gejala-gejala endometriosis, endometrioma dapat menimubulkan gejala dan kelainan yang seupa dengan kista dan tumor-tumor ovarium lainnya.
35. Presentasi Muka
            Pertimbangan Umum
Presentasi muka adalah presentasi longitudinal dari janin dimana kepala menjadi ekstensi sehingga muka menjadi bagian paling bawah. Dagu (mentum) adalah titik petunjuk pada muka yang menunjukan posisi janin dalam pelvis ibu.
            Definisi Dari Posisi-Posisi
Dagu-dagu depan (MRA)—posisi janin dimana dagu terletak pada kuadran kanan depan pelvis ibu.
Depan Kanan Belakang (MRP)—posisi janin di mana dagu terletak pada kuadran kanan belakang pelvis ibu.
Dagu Kiri Depan (MLA)—posisi janin dimana dagu terletak pada kuadran kiri depan pelvis ibu.
Dagu Kiri Belakang (MLP)—posisi janin dimana dagu terletak pada kuadran  kiri belakang pelvis ibu.
Dagu Kanan Lintang (MRT)—posisi janin dimana dagu terletak pada pertengahan jalan posisi lintang antara kuadran kanan depan dan belakang.
Dagu Kiri lintang (MLT)—posisi janin di mana dagu terletak pada pertengahan jalan antara kuadran kiri depan dan belakang.
 36. Gawat Janin Selama Persaliinan.
            Pertimbangan Umum
Gawat janin selama persalinan menunjukan hipoksia janin. Tanpa oksigen yang adekuat, denyut jantung janin  kehilangan variabelitas dasarnnya dan menunjukan deselerasi uterus. Bila hipoksia menetap, glikolisis anaerob menghasilkan asam laktat dengan PH janin yang menurun
Data subjektif dan objektif
Gerakan janin yang menurun atau berlebihan menandakan gawat janin. Tetapi, biasanya tidak ada gejala-gejala subjektif. Seringkali indicator gawat janin yang pertama adalah perubahan dalam pola denyut jantung janin. Hipotensi pada ibu, suhu tubuh yang meningkat atau kontraksi uterus yang hipertonik atau ketiganya secara keseluruhan dapat menyebabkan asfiksia janin.
 37. Gonore
            Definisi
Gonore adalah suatu infeksi membrane mukosa uretra dan traktus genitalis yang disebabkan oleh Nesseria Gonorrhae.
38. Hematokolpas
Definisi
Hematokolpas adalah suatu akumulasi darah haid dalam vagina akibat dari hymen  imperforate atau obstruksi lainnya.
39. Hemoroid dan Kehamilan
            Pertimbangan Umum
Hemaroid adalah dilatasi dari pleksus vena hemoroidalis internus dan eksternus—adalah biasa dalam kehamilan. Tekanan yang meningkat pada vena-vena hemoroidialis akibat obstruksi oleh uterus yang membesar maupun oleh adanya kecenderungan kearah konstipasi selama kehamilan.
40, Hidramnion
Hidramnion (polihidramnion) adalah suatu jumlah  cairan amnion yang berlebihan (lebih dari 2000 ml). normal volume cairan amnion meningkat secara bertahap selama kehamilan dan mencapai puncaknya kira-kira 1000ml antara 34-36 minggu
41. Hieremesis Gravidarum
            Pertimbangan Umum
Hiperemesis gravidarum adalah nausea dan vomitus dalam kehamilan yang berkembang sedemikian luas sehingga terjadi efek sistemik, dehidrasi dan penurunan berat badan.
42. Hipertensi dalam Kehamilan
Hipertensi selama kehamilan merupakan komplikasi serius yang membutuhkan evaluasi seksama. Selama kehamilan normal, resistensi vaskuler perifer menurun sebagai akibat vaskulatur yang mengalami dilatasi. Tekanan sistolik  dan diastolic keduanya  cenderung untuk turun pada trimester kedua dan kemudian kembli normal saat mendekati atterm. Jika resistensi perifer meningkat terjadilah hipertensi.
Definisi
Hipertensi—peningkatan tekanan sistolik sekurang-kuranngnya 30 mm Hg, atau peningkatan tekanan diastolic  sekurang-kurangnya 15 mm Hg, atau adanya tekanan sistolik  sekurang-kurangnya 140 mm Hg, atau tekanan Diastolik sekurang-kuranngnya 90 mm Hg. Hipertensi juga dapat ditentukan dengan tekanan arteri rata-rata 105 mm Hg atau lebih  atau dg kenaikan 20 mm Hg atau lebih.
   43. Preekamsia
            Pertimbangan umum
Hipertensi; vasopasme, terutama spasme arteriolar merupakan dasar dari proses preeklamsia dan eklamsia. Kontraksi vascular menentukan tahanan terhadpa aliran darah dan menyebabkan berkembangnya hipertensi arterial. Efek akhir adalah  penurunan perfusi ke macam-macam organ—uterus, ginjal,hepar, dan otak.
Proieinuria : perubahan-perubahan pada ginjal yang khas untuk preeklamsia adalah pembengkakan endotel kapiler glomerulus yang disertai penyempitan lumen kapiler.

           Data Subjektif: kenaikan berat badan, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri epigrastrium