Kamis, 10 April 2014

DISENJA BEGINI, AKU TERINGAT TENTANGMU




Disenja begini, aku teringat tentangmu.
Percakapan kita malam tadi membuatku gelisah tak bersudah. Pertanyaanmu mengingatkan aku akan  akhir naskah cinta  yang sudah ku pendam di dasar laut batinku. Pertanyaanmu semalam memaksaku kembali menggali lobang-lobang yang dengan penuh kekuataan ku tutup. Ku temui akhir kisah kita, sayang. Aku pun diam sesaat, dan dimatamu  ku baca raut wajah penuh tanya. Seharusnya kau tau jawaban tersurat itu! Seharusnya kau mengerti luka hati yang ku alami karena naskah cinta terlarang kita. Kau tega!. 
Ku jawab pertanyaan itu dengan  air mata bermuara disudut wajah. “ i love you from my heart.., I am really want you to be myforever love! But I really know why I very fear  about our love! ” kau pun mulai memahamiku. Kau tahu bahwa hatiku menangis, begitupun dengan mu yang merasakan ketidakberuntungan yang sama. Kau kemudian menghiburku ; “ don’t be sad my Alya, you know that I love your smile. Please smile for me!”
How I can smile if you remind me that our love is just like a story sad?. Aku kembali menguatkan diriku sendiri. Kau tahu yang ku butuhkan yaitu sebuah kekuatan! Kekuatan untuk berani mendaki everest  alur cinta kita? Atau malah sebuah kekuatan untuk membongkar satu persatu kepingan istana cinta yang telah kita bangun bersama?.
Aku masih diam dengan pemikiranku. Kenyataannya kita saling mencintai! Kenyataannya kita ingin selalu bersama menikmati sentuhan tangan Tuhan bernama cinta. Cinta kita tak ubahnya cuaca yang dapat diprediksi. Factor-faktor penentu laksana garisan tangan tak berubah.
Dear my beloved, cinta kita terlarang!!!              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar