Senin, 07 April 2014

LET'S FIGHT TUBERCULOSIS!


LET’S FIGHT TUBERCULOSIS!



TB atau tubercolosis merupakan salah satu penyakit yang mengerikan. Penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia. Tidak ada satu negara pun yang bersih dari penyakit TB. Banyak yang menderita penyakit ini dan menyebabkan kematian pada mereka. Menurut data WHO, pada tahun 2012 sekitar 8,6 juta orang diseluruh dunia menderita TB. Total  dari 1,3 juta meninggal dunia. 
 
TB yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis. Penyakit ini mempunyai karakteristik penyakit yang ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar limfe dan dahak, demam, berat badan turun dan nyeri dada.
Penyakit TB menular melalui cairan mikroskopis yang disebarkan dari seseorang yang terinfeksi TB. Cairan tersebut dapat menyebar ketika si penderita , batuk, bersin, bicara maupun menyanyi. Ketika cairan tersebut menyebar diudara dengan membentuk partikel, lalu partikel tersebut terhirup pada seseorang yang ada disekitarnya, kemudian masuk sampai alveoli. Kemudian dari sel lain yang disebut makrofag menelan bakteri TB. Setelah itu bakteri ditransformasikan  ke system limpatik dan aliran darah dan menyebar ke organ lain. Bakteri berkembang biak lebih lanjut     pada organ-organ yang memiliki tekanan oksigen tinggi seperti lobus atas paru-paru ginjal, sum-sum tulang belakang dan sum-sum otak belakang.
TB disebabkan oleh bakteri Myobacterium Tubercolosis, penyebaran TB hanya terjadi dari seseorang yang mengidap TB aktif. Faktor resiko TB biasanya tinggi pada ; penderita HIV, status social ekonomi rendah, alkoholisme, konsumsi narkoba, penderita diabetes, kanker, tidak diketahui adanya infeksi TB dimasa lalu. 
TB akan menular pada orang yang sistem tubuhnya tidak sehat. Sistem tubuh yang tidak sehat dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat. Manfaat dari sistem imun yaitu untuk mencegah berbagai macam penyakit, dengan menghalangi racun atau benda asing yang masuk pada tubuh kita.
Ada 2 macam test yang digunakan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi TB. Diantaranya yaitu : The Tuberculin Test dan TB Blood Test.  Dua test tersebut hanya memberitahu bahwa orang tersebut terinfeksi TB. Bukan memberitahukan bahwa orang tersebut terinfeksi TB laten. Test lainnya yaitu dengan rongent dan mengambil semple dahak. dilakukan rongent yaitu  untuk mengetahui apakah ada bercak putih dibagian paru-paru yang mengindifikasikan adanya TB.
                      Sedangkan mengambil semple dahak yaitu untuk mengetahui adanya bakteri TB. Pemeriksaan dahak dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop.
Pengobatan TB dilakukan dalam jangka waktu panjang antara 6-9 bulan. Dalam pengobatan TB memerlukan kesabaran dan ketelatenan untuk menunjang proses penyembuhan. TB diobati dengan 2 tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan.
TB akan dapat sembuh setelah melakukan tahapan demi tahapan. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik dari dokter maupun dari keluarga terdekat, untuk mengingatkan pentingnya mematuhi aturan pengobatan. Meskipun obat yang diberikan sangat banyak dan relative besar, itu semua harus dipatuhi sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pihak medis. Karena ketika si penderita menghentikan pengobatan, maka penyakit tersebut akan bertambah berat. Kenapa? Karena penyakit TB ini terkadang “menipu”. Bisa saja si penderita merasa sudah sembuh, ia merasa bahwa dirinya kini baik-baik saja, padahal penyakit tersebut masih bersarang dalam tubuhnya. Perlu diketahui pentingnya informasi bahwa orang yang menderita penyakit TB harus taat aturan sampai tahap akhir pengobatan, dan dinyatakan sembuh total oleh pihak medis.
Pentingnya pengobatan secara total penyakit TB yaitu selain untuk menjaga eksistensi kehidupannya juga menjaga orang-orang yang ada disekitar lingkungannya, terutama individu yang rentan.
Demi proses penyembuhan agar berjalan optimal, penderita TB harus mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein. Diketahui bahwa protein dapat mempercepat perbaikan sel-sel yang rusak dan memperbaharui sel-sel tersebut, termasuk jaringan yang rusak akibat TB. Beberapa makanan yang mengandung protein diantaranya yaitu; bayam 49%, kangkung 45%, brokoli 45%, kembang kol 40%, jamur 38%, perslay 34%, timun, 24%, paprika hijau 22%, kol 22%, tomat 18%, daging sapi 25%, daging ayam 23% dan telor 12%. 
10 fakta TB menurut WHO :

1.      Pada tahun 2012 8,6 juta orang mengidap penyakit TB.
2.      Total dari 1,3 juta orang meninggal karena TB tahun 2012 (termasuk 320.000 orang karena HIV) TB termasuk salah satu penyebab tertinggi dunia penyakit pembunuh karena infeksi.
3.      Lebih dari 74000 anak-anak yang negative HIV-AIDS juga terinfeksi penyakit ini.
4.      TBC adalah pembunuh utama seseorang  yang hidup dengan HIV. Kira-kira 1 dari 4 orang yang terinfeksi HIV dan termasuk TB, kira-kira 1,3 juta hidup selama 7 tahun walaupun penyakit TB dan HIV telah terdeteksi dan melakukan pencegahan dan treatment untuk kedua penyakit ini.
5.      Angka kejadian TB berkurang dan kematian akibat TB menurun. Presentasinya yaitu 45% sejak tahun 1990. Contohnya yaitu Brazil dan China menunjukan penurunan kasus TBC sejak 20 tahun lalu. Pada periode ini China mengalami penurunan 80% kematian.
6.      Kira-kira 80%  dilaporkan kasus TB terjadi di 22 negara pada tahun 2012. TB terjadi di setiap bagian didunia. 60% kasus TB baru terjadi diasia pada tahun 2012. Paling besar presentasi kasus baru adalah di sub-Saharan Afrika: tidak ada Negara yang bersih dari penyakit ini
7.      Multi-drug-resistent TB (MDR TB) tidak merespon standar treatment, sulit dan membutuhkan biaya besar.
8.      Diperkirakan 450.000 orang mengalami kenaikan MDR-TB di tahun 2012. Dalam beberapa kasus, beberapa bentuk dari multi-drug dapat melawan TB, secara luas drug-resistent TB (XDR-TB) adalah bentuk  TB yang merespon demam yang tersedia dalam pengobatan.
9.      Kira-kira 50 juta pasien TB sukses ditangani sejak 1995 diseluruh dunia. Lebih dari 22 juta kehidupan penderita TB terselamatkan sejak 1995 dengan dilaksanakannya DOTS dan stop TB strategy.
10.  Dunia sedang melakukan pencapaian dua (2) global target TB untuk tahun 2015.   
Kita harus bersama-sama melawan penyakit TB. Siapapun bisa saja terinfeksi penyakit ini termasuk saya maupun anda. Oleh karena itu, perlunya proteksi terhadap diri sangatlah penting. Menurut data WHO, lebih dari 74000 anak-anak yang negative HIV-AIDS terinfeksi TB. Itu artinya bahwa penyebab utama TB yaitu anak-anak yang terlahir dari orang tua penderita HIV-AIDS. 
Untuk mencegah terjadinya TB, kita harus take care pada diri kita sendiri. Biasakan berperilaku hidup sehat dan menghindari lingkungan beresiko. Salah satu berperilaku hidup sehat yaitu menjaga pola makan dan konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Makanan 4 sehat 5 sempurna yaitu makanan yang dalam penyajiannya mengandung zat-zat yang penting bagi tubuh seperti karbohidrat, vitamin, mineral, serat, zat besi dll. Selain itu juga harus melakukan olahraga dan menjauhi  narkoba, alkohol, seks bebas dll.
Apa itu lingkungan beresiko? Lingkungan beresiko yaitu lingkungan yang dipenuhi perokok, pemakai narkoba, seks bebas, lingkungan yang terdapat pengidap HIV-AIDS, lingkungan yang terdapat TB dll.
TB telah merenggut kesehatan dan membunuh sedemikian banyak umat manusia. Pencegahan sedini mungkin perlu digalakan oleh seluruh masyarakat. Untuk mencegah perlu diketahui bahwa terjadinya penyakit merupakan interaksi antara 1. Agen (factor penyebab penyakit. 2. Manusia (sebagai penjamu) 3. Factor lingkungan.  Ketiganya disebut trias penyebab penyakit. 
Penyakit terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara ketiga faktor tersebut. Jadi untuk mencegah penyakit TB kita bisa menjadikan trias tersebut sebagai “alat pengingat” kita dalam bertindak demi kesehatan yang kita idam-idamkan.
Agen (faktor penyebab penyakit) yaitu suatu unsur organisme hidup yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit, seperti halnya bakteri Myobacterium Tuberculosis yang disebarkan melalui batuk, bersin, bicara maupun bernyanyi. Untuk mencegahnya kita bisa mengggunakan masker saat kita sedang dalam kondisi tidak sehat, begitupun dengan penderita TB sebaiknya menggunakan masker ketika berinteraksi dengan lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial. 
Manusia (sebagai penjamu) faktor yang mempengaruhi seseorang terkena suatu penyakit yaitu diantaranya : usia, seks dan perilaku. “ Jika kita menyebarkan biji apel, maka yang akan tumbuh adalah pohon apel ” artinya bahwa apapun yang kita lakukan maka cepat atau lambat kita akan memperoleh timbal balik dari apa yang telah kita lakukan tersebut. Misalnya jika kita menjaga pola nutrisi dengan mengkonsumsi makanan sehat, maka system imun kita akan melindungi kita dari berbagai penyakit termasuk TB. Namun, apabila kita tidak menjaga pola nutrisi dengan mengkonsumsi makanan tidak sehat maka system imun kita  menjadi lemah sehingga kita rentan terhadap infeksi TB.
Jika kita berada pada lingkungan yang tidak sehat, kita pun akan rentan terhadap infeksi TB. Untuk menghindarinya kita harus berada pada zona sehat yaitu sebuah lingkungan yang baik, sehat dan bersahabat. Untuk para remaja, lingkungan religi seperti remaja masjid adalah baik sekali ketimbang lingkungan geng motor maupun geng-geng lainnya
Seperti yang telah diketahui bahwa gejala penyakit TB yaitu pembesaran kelenjar limfa dan dahak, batuk, berat badan turun dan nyeri dada. Jika diketahui adanya gejala-gejala tersebut maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Orang yang mengidap TB harus menjalani pengobatan sesuai aturan.
Perlunya keyakinan pada setiap penderita bahwa setiap penyakit yang Allah turunkan dapat disembuhkan. Oleh karena itu penting bagi penderita TB untuk bersabar dalam pengobatan. Nabi  SAW bersabda, “ tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit kecuali Allah SWT juga menurunkan obat penawarnya” (H.R Bukhori).
Riwayat dari Usman Ibnu Syuraik R.A berkata, “ ada beberapa orang arab yang bertanya  kepada rosulallah apakah kami harus mengobati penyakit kami, rosulallah menjawab “ obatilah wahai hamba-hamba Allah lekaslah kalian berobat, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali diturunkan obat penawarnya kecuali satu yang tidak bisa diobati lagi” merekapun bertanya, “ apakah itu ya Rosulullah?” Rosulullah menjawab, “ yaitu penyakit tua/pikun” (H.R At-Turmidji)
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar