Kamis, 05 Desember 2013

CEGAH HIV/AIDS, LINDUNGI REMAJA DARI PRILAKU BERESIKO


CEGAH HIV/AIDS, LINDUNGI REMAJA DARI PRILAKU BERESIKO!

HIV adalah Human Immudodeficiency Virus. Virus ini menurunkan smpai merusak system kekebalan tubuh. Setelah beberapa tahun jumlah virus akan makin banyak sehingga system kekebalan tubuh tidak lagi mampu melawan penyakit yang masuk.
Aids adalah Axquired Immuno Deficiency syndrome. Aids merupakan kumpulan berbagai gejala penyakit akibat turunnya kekebalan tubuh seseorang akibat HIV. Ketika seseorang tidak mempunyai system kekebalan tubuh lagi maka semua penyakit dengan mudah masuk kedalam tubuh.
Remaja merupakan kelompok beresiko terkena HIV-Aids. Dengan mengetahui dan memahami akan bahaya HIV-Aids maka kita harus menjaga diri kita dari ancaman penyakit kutukan HIV-Aids ini. Penyakit Hiv-Aids adalah penyakit kutukan bagi seseorang akibat prilaku penyimpangan yang dilakukannya.disebut sebagai kutukan karena penyakit ini adalah salah satu penyakit yang tidak ada obatnya! Jika seseorang terjangkit virus Hiv-Aids, mereka akan mengalami penderitan Selama hidupnya! Mengkonsumsi obat hanya sebagai penundaan penyebaran virus, jadi jika si penderita HIV-Aids tidak mengkonsumsi obat otomatis kekebalan tubuhnya semakin berkurang. Begitulah hidup si penderita penyakit kutukan sampai ajal menjemputnya. Naudzubilahmindhalik..
Menurut data dunia, setiap 15 menit anak muda terinveksi HIV-Aids. Dan setiap harinya HIV-Aids menular pada 20.000 anak didunia karena penularan dari orang tuanya.
PEMICU PENULARAN EPIDEMI HIV-AIDS 
1.      Hubungan seks
2.      Pengguna narkoba suntik
3.      Transfuse darah yang tercemar HIV
4.      Heteroseksual dari laki-laki pembeli seks ke istri
5.      Dari ibu yang terkena HIV ke anaknya
a.       Antenatal yaitu saat bayi masih didalam rahim melalui plasenta
b.      Intranatal yaitu saat proses persalinan, bayi terpapar darah ibu / cairan vagina.
c.       Postanatal yaitu setelah proses persalinan melalui air susu ibu
MEDIA PENULARAN HIV-AIDS
1.      Aliran darah, bisa berbentuk luka
2.      Cairan sperma
3.      Cairan vagina
TAHAP PERUBAHAN HIV MENJADI AIDS
Tahap pertama : umur infeksi 1 – 6 bulan sejak terinfeksi HIV. Pada tahapan ini kekebalan tubuh terhadap HIV belum terbentuk, bisa saja terlihat atau mengalami gejala-gejala ringan seperti flu yang akan sembuh sendiri 2-3 hari.
Tahap kedua : umur infeksi 1-10 tahun sejak terinfeksi HIV. Pada tahap ini individu sudah positive HIV dan belum menampakan gejala sakit. Pada tahap kedua sudah dapat menularkan pada orang lain.
Tahap ketiga : muncul gejala- gejala awal penyakit ( keringat berlebihan pada waktu malam, diare, pengembangan kelenjar getah bening, flu yang tidak sembuh, nafsu makan berkurang, tubuh lemah, BB berkurang). Pada tahap ketiga kekebalan tubuh mulai berkurang.
Tahap keempat : sudah masu tahap Aids baru terdiagnosa setelah kekebalan tubuh mulai berkurang dilihat dari sel T-nya. penyakit yang timbul disebut infeksi oportunistik yaitu TBC, infeksi paru-paru, kanker, sariawan, kanker kulit, infeksi usus dan infeksi otak.
CARA MENGHINDARI SEKS BEBAS
1.      RAJIN IBADAH
2.      MAMPU MENAHAN DORONGAN SEKS SEBELUM NIKAH
3.      BERAKTIVITAS POSITIF
4.      BERGAUL DENGAN ORANG YANG BERSIFAT POSITIV (berteman dengan saya, insyaAllah)
5.      MENJAGA KEBERSIHAN DAN HIDUP SEHAT
Teman-teman marilah kita bersama-sama mencegah terjadinya HIV-Aids dengan menjaga diri sendiri, marilah kita berupaya menciptakan prilaku yang bersih dan sehat serta aman. Bukankah Mencegah lebih baik daripada mengobati? Bayangkan bagaimana kecenderungan dimasa depan jika tidak ada peningkatan upaya penanggulangan HIV-Aids? :
1.      Jumlah kasus HIV-Aids bertambah
2.      Kematian bertambah
Tantangan penanggulangan :
1.      Sosialisasi
2.      Jangkau kelompok beresiko tinggi
3.      Pemakaian kondom 100%
4.      Pantau angka kesakitam IMS
5.      Pemeriksaan HIV pada ibu hamil
6.      Buka status HIV
 Amit-amit deh kalau kita sampai terjangkit penyakit kutukan itu, semoga Allah ta’ala melindungi kita semua dari bahaya penyakit HIV-Aids. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar