Minggu, 26 Juli 2015

DIARE


 
Diare terdengar sangat menakutkan. Bagaimana tidak, diare merupakan penyakit kedua penyebab kesakitan dan kematian pada bayi dan balita. Diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. 
Selain terjadi perubahan pada tinja, anak yang terkena diare juga mengalami  beberapa kondisi seperti muntah, lesu atau lemah, panas, kurang nafsu makan, keluarnya darah serta lendir yang menyertai faces. 

Neonatus atau usia bayi  kurang dari 28 hari dinyatakan diare bila frekuensi BAB lebih dari 4x, sedangkan untuk bayi berusia  lebih dari 1 bulan dan anak bila frekuensinya lebih dari 3x.

Penyebab diare yaitu dibagi dalam beberapa faktor seperti faktor infeksi, makanan dan psikologis. Factor infeksi seperti infeksi bakteri dan virus, sedangkan infeksi makanan seperti makanan beracun,dan alergi terhadap makanan, kemudian faktor psikologi seperti rasa cemas dan takut.

Ketika si buah hati mengalami diare dan muntah terus-menerus, awalnya merasa haus karena telah terjadi dehidrasi ringan serta bibirnya terlihat kering selain itu kulitnya keriput serta mata dan ubun-ubunnya cekung (terlihat pada anak berumus kurang dari 18 bulan)

Asuhan yang harus diberikan untuk si buah hati yang terkena diare yaitu pemberian cairan dan dietatik atau pemberian makanan . sebenarnya, sebagian besar diare bisa sembuh sendiri (self limiting desease), asalkan dicegah terjadinya dehidrasi yang merupakan penyebab kematian. Beberapa prinsip pengobatan diare ialah :
1.      Rehidrasi : ketika seorang anak mengalami diare, banyak cairan yang keluar. Oleh kerena itu diperlukan penggantian cairan yang hilang/ rehidrasi. Pemberian cairan bisa melalui mulut maupun infuse jika anak mengalami diare berat. Pada bayi berikan ASI lebih sering.
2.      Memberi asupan gizi yang baik : saat anak menderita diare, banyak zat penting yang dikeluarkan bersama tinja. Oleh karena itu berikan asupan nutrisi yang baik untuk memulihkan kesehatannya.
3.      Pemberian obat seperlunya: pemberian obat secra berlebihan bukanlah cara yang tepat dalam mengatasi diare. Bahkan hal tersebut dapat mengakibatkan diare kronis.

Perawatan untuk diare pada anak yaitu konsumsi cairan yang dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Oralit dan tablet zinc adalah pilihan utama.
Tips membuat oralit
Bahan-bahan:
-          200 ml air
-          2 sendok teh gula pasir
-          ½ sendok teh garam halus
Campurkan semua bahan hingga larut lalu minumkan pada penderita diare. Minum oralit dengan ketentuan sebagai berikut : 
USIA
PEMBERIAN SETELAH 3 JAM DIKETAHUI DIARE
PEMBERIAN SETELAH BAB
<1 th
1,5 gelas
0,5 gelas
1-4 th
3 gelas
1 gelas
5-12 th
6 gelas
1,5 gelas
Dewasa
12 gelas
5 gelas

Salam sehat selalu ya moms
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar