Minggu, 21 September 2014

SAHABATKU KEKASIHKU




Baiklah. Biarkan aku bernostalgia. Dua tahun silam saat aku jatuh cinta….

Aku adalah seorang gadis yang hobi maIn futsal. Futsal bagiku ibarat obat penenang saat aku  kacau. Futsal seperti lumpia basah yang ku lahap hingga nikmatnya… 

Seperti hari ini. Aku menghabiskan malamku dengan menendang-nendang bola sekuat tenaga. Aku sebenarnya marah dengan diriku, aku tidak tahu harus dengan apa melampiaskan perasaan yang sejak lama ku pendam. Perasaan yang tak layak ini, semakin tumbuh dan menguasai diriku. Aku tidak suka!

Cinta. Shakespare mengatakan bahwa hal yang penting di dunia ini adalah cinta. Jika jawabannya adalah cinta maka menurutku kemungkinan pertanyaannya yaitu ; Apakah yang membuatmu  being crazy?. Semua orang disini tahu bahwa aku kuat, Aku mampu membersihkan halaman berumput dengan satu cangkul dan menyulapnya menjadi indah. Aku kuat! 

Di depan temanku aku menjadi seorang perempuan hebat yang menyembunyikan rahasia itu…, rahasia hatiku. Rahasia yang tak akan mereka tahu sampai kapanpun, cukup aku dan Tuhan yang tahu.

Menjalin hubungan dengan kekasih orang lain merupakan kesalahan fatal. Namun aku mencintainya! Bukankah mencintai dan dicintai itu adalah hak semua orang? Begitupun aku yang berhak mencintainya. Tapi kenapa cinta ini seakan menjadi bom waktu yang cepat ataupun lambat akan meledak dan meluluh-lantahkan istana hatiku?!  Akh.., 

Aku jadi teringat lagu yang dibawakan oleh Sheila On Seven berjudul Sepia. Lagu yang menceritakan bahwa sepia adalah seorang  kekasih gelap seperti aku. Aku tahu ini tidak benar dan rinduku padanya sebuah larangan. Tapi aku tetap mencintainya.

Ada satu kalimat Gibran yang menjadikanku seorang pecinta sejati; when love backons to you, follow him! Ketika cinta memanggilmu, ikutilah dia. Walau jalan yang kan kau lalui terjal dan berliku dan pabila sayapnya merangkulmu serahkanlah dirimu walaupun pedang terselubung dibalik sayap itu melukaimu.

   
Tanggal 15 Mei 2 tahun silam aku membuat pesta kejutan untuknya. Ku ajak teman-temanku untuk berpartisipasi. Mereka hanya tahu bahwa satria adalah sahabatku. Aku membuat sebuah kue Tart dengan kedua tanganku. Ku tuliskan “Selamat Ulang Tahun Satria ” diatas kue itu. Aku berharap Satria menyukai kejutanku dan berfikir bahwa aku berarti untuknya. 

Tapi..,
Tanpa ku prediksi, Satria membawa Sintia ke rumahku. Sintia adalah perempuan yang dipacarinya sejak lama. Aku pun mengerti. Aku tidak berhak menuntut padanya karena siapa aku pun samar dihatinya. Aku menganggap semuanya baik-baik saja padahal hatiku hancur. Apa lagi saat Satria memberikan potongan kue tart nya pada Sintia, pada saat itu lah aku merasa seluruh tenaga dan roh ku menghilang. Aku merasa matahari yang terang berubah menjadi topan yang menggulung hamparan suka-cita ku. Ini tidak adil!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar